Asia Miliki Alat Kebijakan Untuk Atasi Celah Kerentanan – Laporan

2 years ago tajikistannewsgazette.com Comments Off on Asia Miliki Alat Kebijakan Untuk Atasi Celah Kerentanan – Laporan

Para pembuat kebijakan di Asia dan Pasifik memiliki serangkaian opsi yang dapat digunakan guna memastikan bahwa meningkatnya ketidakpastian global akibat normalisasi kebijakan moneter di perekonomian maju dan naiknya ketegangan perdagangan global tidak merusak pertumbuhan yang telah berjalan selama beberapa dekade, demikian menurut laporan baru dari Asian Development Bank (ADB).

Bab tema khusus dalam Asian Development Outlook (ADO) 2018 Update mengkaji bagaimana kawasan ini dapat melewati ketidakpastian lingkungan global dengan meluncurkan kebijakan proaktif yang dikoordinasikan dengan baik, yang dirancang guna memperkuat stabilitas makroekonomi. ADOadalah publikasi ekonomi terkemuka dari ADB.

Kawasan Asia yang sedang berkembang telah merasakan kemakmuran sejak krisis keuangan Asia 20 tahun yang lalu, tetapi berbagai tantangan baru kini mengancam ketangguhan dan pertumbuhannya, kata Yasuyuki Sawada, Ekonom Kepala ADB. Namun, kantung-kantung kerentanan dapat dikelola jika dipantau dengan erat dan kebijakan untuk mengatasinya sudah dirancang dengan baik dan dilaksanakan dengan hati-hati.

Kantung kerentanan yang mulai muncul dan dapat merusak stabilitas termasuk tingkat utang yang tinggi, aliran modal yang mudah berubah, depresiasi mata uang yang tajam, harga rumah yang tinggi, serta penularan lintas batas berbagai masalah keuangan. Kebijakan fiskal kontrasiklus dapat membantu menstabilkan perekonomian, tetapi memerlukan kelonggaran fiskal yang memadai, jelas laporan tersebut. Selain mengurangi utang atau memperluas basis pajak, pemerintah dapat berinvestasi dalam penyangga fiskal seperti dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) yang dikelola dengan baik di perekonomian yang kaya sumber daya, dan dalam jaringan pengaman sosial guna melindungi masyarakat yang rentan. Kebijakan moneter seharusnya memperhatikan siklus kredit dan juga siklus usaha karena kedua siklus tersebut tidak selalu berjalan bersamaan.

Nilai tukar lebih fleksibel dapat melindungi perekonomian dengan lebih baik terhadap guncangan eksternal yang berat, tetapi otoritas moneter mungkin perlu bertindak guna mengurangi volatilitas yang tinggi. Opsi yang lain lagi adalah menetapkan pengendalian aliran modal, yang dapat mengurangi tekanan nilai tukar. Kebijakan makro yang hati-hati, seperti pembatasan loan to value dan debt to income menjadi makin populer sejak Krisis Keuangan Global. Asia menjadi pengguna yang paling intensif di dunia atas berbagai langkah makro yang hati-hati, terutama untuk menstabilkan pasar perumahan, kata laporan tersebut.

Selain berbagai opsi tersebut, langkah-langkah guna memperkuat makroekonomi dan fundamental yang lain masih tetap penting. Diperlukan upaya berkelanjutan demi memastikan kebijakan fiskal yang baik, bank sentral yang independen dan ikut terlibat dalam koordinasi kebijakan domestik, sektor keuangan yang mendalam, reformasi struktural yang berorientasi pasar, serta jaring pengaman sosial yang memadai.

ADB berkomitmen mencapai Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, sambil melanjutkan upayanya memberantas kemiskinan ekstrem. Didirikan pada 1966, ADB dimiliki oleh 67 anggota�48 di antaranya berada di kawasan Asia dan Pasifik. Pada 2017, operasi ADB mencapai $32,2 miliar, termasuk $11,9 miliar dalam bentuk pembiayaan bersama (cofinancing).

Source: Asian Development Bank

Related Posts

Statement by the Press Center of the Prosecutor General’s Office of Tajikistan

tajikistannewsgazette.com 12 months ago
USHANBE: (NIAT Khovar) A Tajik citizen, native and resident of Niyogon village of Vahdat city Daler Sharipov, who was born in 1988 and has a higher... Read More

Armenia President and CSTO Secretary General discuss details of Yerevan session

tajikistannewsgazette.com 4 years ago
President of Armenia Serzh Sargsyan, who is also the Chairman of the Collective Security Council of the Collective Security Treaty Organization (CSTO), on Wednesday, received the CSTO Secretary General... Read More

Kyrgyz foreign minister to visit Tajikistan to discuss cooperation

Web Desk 2 months ago
While in Dushanbe, Kazakbayev is expected to meet Tajik officials to discuss state and prospects of further expansion of bilateral cooperation between Kyrgyzstan and Tajikistan in political, economic, security,... Read More

Results of the auction

tajikistannewsgazette.com 2 years ago
The securities auction of the National Bank of Tajikistan on issue K192014020 was held on February 18, 2019 and its results as following: Volume of issuance (TJS) - 150... Read More

Asia Miliki Alat Kebijakan Untuk Atasi Celah Kerentanan – Laporan

2 years ago tajikistannewsgazette.com Comments Off on Asia Miliki Alat Kebijakan Untuk Atasi Celah Kerentanan – Laporan

Para pembuat kebijakan di Asia dan Pasifik memiliki serangkaian opsi yang dapat digunakan guna memastikan bahwa meningkatnya ketidakpastian global akibat normalisasi kebijakan moneter di perekonomian maju dan naiknya ketegangan perdagangan global tidak merusak pertumbuhan yang telah berjalan selama beberapa dekade, demikian menurut laporan baru dari Asian Development Bank (ADB).

Bab tema khusus dalam Asian Development Outlook (ADO) 2018 Update mengkaji bagaimana kawasan ini dapat melewati ketidakpastian lingkungan global dengan meluncurkan kebijakan proaktif yang dikoordinasikan dengan baik, yang dirancang guna memperkuat stabilitas makroekonomi. ADOadalah publikasi ekonomi terkemuka dari ADB.

Kawasan Asia yang sedang berkembang telah merasakan kemakmuran sejak krisis keuangan Asia 20 tahun yang lalu, tetapi berbagai tantangan baru kini mengancam ketangguhan dan pertumbuhannya, kata Yasuyuki Sawada, Ekonom Kepala ADB. Namun, kantung-kantung kerentanan dapat dikelola jika dipantau dengan erat dan kebijakan untuk mengatasinya sudah dirancang dengan baik dan dilaksanakan dengan hati-hati.

Kantung kerentanan yang mulai muncul dan dapat merusak stabilitas termasuk tingkat utang yang tinggi, aliran modal yang mudah berubah, depresiasi mata uang yang tajam, harga rumah yang tinggi, serta penularan lintas batas berbagai masalah keuangan. Kebijakan fiskal kontrasiklus dapat membantu menstabilkan perekonomian, tetapi memerlukan kelonggaran fiskal yang memadai, jelas laporan tersebut. Selain mengurangi utang atau memperluas basis pajak, pemerintah dapat berinvestasi dalam penyangga fiskal seperti dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) yang dikelola dengan baik di perekonomian yang kaya sumber daya, dan dalam jaringan pengaman sosial guna melindungi masyarakat yang rentan. Kebijakan moneter seharusnya memperhatikan siklus kredit dan juga siklus usaha karena kedua siklus tersebut tidak selalu berjalan bersamaan.

Nilai tukar lebih fleksibel dapat melindungi perekonomian dengan lebih baik terhadap guncangan eksternal yang berat, tetapi otoritas moneter mungkin perlu bertindak guna mengurangi volatilitas yang tinggi. Opsi yang lain lagi adalah menetapkan pengendalian aliran modal, yang dapat mengurangi tekanan nilai tukar. Kebijakan makro yang hati-hati, seperti pembatasan loan to value dan debt to income menjadi makin populer sejak Krisis Keuangan Global. Asia menjadi pengguna yang paling intensif di dunia atas berbagai langkah makro yang hati-hati, terutama untuk menstabilkan pasar perumahan, kata laporan tersebut.

Selain berbagai opsi tersebut, langkah-langkah guna memperkuat makroekonomi dan fundamental yang lain masih tetap penting. Diperlukan upaya berkelanjutan demi memastikan kebijakan fiskal yang baik, bank sentral yang independen dan ikut terlibat dalam koordinasi kebijakan domestik, sektor keuangan yang mendalam, reformasi struktural yang berorientasi pasar, serta jaring pengaman sosial yang memadai.

ADB berkomitmen mencapai Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, sambil melanjutkan upayanya memberantas kemiskinan ekstrem. Didirikan pada 1966, ADB dimiliki oleh 67 anggota�48 di antaranya berada di kawasan Asia dan Pasifik. Pada 2017, operasi ADB mencapai $32,2 miliar, termasuk $11,9 miliar dalam bentuk pembiayaan bersama (cofinancing).

Source: Asian Development Bank

Related Posts

Shots fired in Khorog: Policemen reportedly attempt to placate youth by shooting into the air

Web Desk 2 months ago
Information appeared in social networks that police officers did shooting in Khorog, the capital of the Gorno Badakhshan Autonomous Region (GBAO).   A user of social network has published... Read More

State and prospects of cooperation between Tajikistan and UNESCO discussed in Dushanbe

tajikistannewsgazette.com 4 years ago
DUSHANBE, 01.06.2017 /NIAT Khovar/. The Deputy Minister of Foreign Affairs of the Republic of Tajikistan Muzaffar Huseinzoda on May 31 received the Director of UNESCO Almaty Cluster ?ffice for... Read More

Will events in Kyrgyzstan echo in other Central Asian countries?

Web Desk 3 months ago
Tajik political scientist Parviz Mullojonov, in particular, noted that the can be twofold.   On the one hand, a significant part of the Tajik population parallels “street democracy” to... Read More

ADB Approves IT Investments for 2019-2023 Under Digital Agenda 2030

tajikistannewsgazette.com 2 years ago
MANILA, PHILIPPINES Asian Development Bank (ADB) today approved the capital expenditure proposal for Stage 1 of Digital Agenda 2030. The Digital Agenda provides the vision and roadmap for ADB's... Read More